RED CLIFF OUTDOOR EQUIPMENT
Menyediakan perlengkapan outdoor. Produk utama kami, Jacket, Celana, T-Shirt, Topi, Tas, serta menerima pula pemesanan perlengkapan-perlengkapan outdoor baik lokal maupun import.Untuk informasi yang lebih jelas, silakan menghubungi contact person atau e-mail. Contact Person soleh : 081322619171 E-mail: alihenviro@gmail.com.Samantha Larson - the youngest person to have climbed the Seven Summits
08 July 2011
16 May 2011
11 January 2011
Bagaimana Merawat Burung Jawara
Persoalan yang paling banyak dimunculkan dalam berbagai forum burung adalah bagaimana membuat burung yang tidak bunyi menjadi bunyi; bunyi jelek menjadi bagus; bunyi bagus tetap konsisten bagus. Hal ini sangat wajar karena tujuan utama yang dikejar para kicaumania dalam memelihara burung adalah bagaimana burung mereka bisa bunyi bagus.
Ya, namanya saja “kicau (burung) mania” dan bukan “gaya (burung) mania” dan bukan pula “tarian (burung) mania”. Meskipun masalah penampilan juga sangat penting, khususnya untuk burung2 lomba, tetapi dalam hal ini saya lebih banyak berbicara dalam hal kicauan dulu. Lagi pula, kebanyakan gaya burung dalam bertarung relatif tetap dan relatif tidak bisa di-treatment untuk diubah.
Kicauan burung sangat berkaitan dengan kesehatan sebagai variabel independen (yang mempengaruhi). Kesehatan ini ada dua; fisik dan mental, yang keduanya tidak bisa dipisahkan sama sekali. Sesehat apapun kondisi fisik burung, kalau terganggu kondisi mentalnya, maka kesehatan fisik langsung terganggu dan tidak akan pernah mau bunyi, apalagi bunyi bagus. Begitu juga kalau mentalnya bagus, maka ketika kondisi fisiknya terganggu, misalnya nglabrak2 dan pangkal paruhnya berdarah, maka akan menyebabkan burung tidak bisa tampil maksimal.
Pakan
1. Kesehatan fisik akan tercapai bila burung tercukupi dalam hal pakan (4 sehat, 5 sempurna), air dan sinar matahari.
2. Kesehatan mental akan tercapai bila burung berada dalam kondisi “senang” dan tidak tertekan.
Berkaitan dengan terpenuhinya 4 sehat 5 sempurna, maka pentinglah bagi burung untuk selalu disuplai makanan tambahan.
- Untuk burung dengan pakan utama serangga (MB, jenis2 kacer, dll) perlu diberi tambahan vitamin secara rutin dan terukur. Untuk jenis burung ini yang terbiasa diberi voor, bisa dipertimbangkan perlu tidaknya pemberian vitamin. Kalau dalam kemasan voor sudah tertulis bahwa voor tsb kaya akan kandungan vitamin, mungkin tidak perlu ada tambahan suplemen. Untuk burung2 yang tidak diberi voor (karena dikhawatirkan akan menurunkan kualitas suara) mutlak harus ditambah suplemen (khususnya vitamin).
- Untuk burung dengan pakan utama berupa buah (jenis cucak misalnya), perlu diberi serangga secara teratur dan terukur.
- Untuk burung pemakan biji, perlu sering diberi serangga dan buah/sayuran. Kenari dan branjangan misalnya, perlu ada kroto dalam menu makanannya.
Berkaitan dengan terpenuhinya sinar matahari (untuk pengubahan pro vitamin D menjadi vit D; mematikan jamur dan juga kutu), maka itulah perlunya penjemuran. Untuk sekadar alasan kesehatan (bukan treatment agar “ganas” dsb), penjemuran rutin cukup 30 – 60 menit di pagi hari.
Konsistensi
Lebih penting dari semua hal di atas adalah masalah konsistensi dalam pemberian, baik dalam hal jadwal maupun takaran.
Pemberian pakan dengan jadwal yang tidak teratur, kadang diganti pagi, kadang sore; atau jumlah yang tidak teratur, kadang sesendok kadang tiga sendok, atau jenis pakan (misalnya voer) yang berganti-ganti, kadang merk A kadang merk B, membuat burung tidak stabil.
Berkaitan dengan masalah konsistensi inilah maka perlu kiranya bagi para kicaumania untuk menetapkan jenis, jadwal dan jumlah pakan bagi burung mereka yang dilaksanakan secara konsisten.
Misalnya Anda sudah menetapkan pola makan: pagi jangkrik 4 ekor, siang kroto sesendok, sore jangkrik 5 ekor plus cacing 2 ekor, maka konsisten saja itu dilakukan.
Demikian pula halnya dalam hal memandikan dan menjemur. Harus konsisten. Kalau burung Anda biasa dimandikan pagi, ya pagi terus. Kalau sore, ya sore terus. Kalau pagi-sore, ya pagi-sore terus. Kalau seminggu hanya sekali pada hari Minggu, ya seminggu sekali saja pada haru Minggu. Bukan menjadi seminggu dua kali hanya karena kebetulan pada pekan itu ada libur selain hari Minggu.
Kalau memang perlu ada perubahan maka hendaknya perubahan tidak dilakukan secara drastis dan konsisten menerapkan pola baru tersebut. Adakan perubahan secara bertahap. Untuk ganti merk pakan misalnya, maka campurkan saja pakan yang biasanya dengan pakan yang baru. Hari berikutnya, merk tertentu yang hendak dihilangkan, dikurangi porsinya sedikit demi sedikit, sampai pada akhirnya hanya voer pengganti yang kita sodorkan.
Tips dan trik menjaga kesehatan fisik:
1. Jangan pernah iseng memberi pakan burung tidak pada jadwal waktunya (misalnya ada jangkrik lepas, ya masukkan kandang jangkrik, jangan iseng diberikan ke burung yang ada di dekat Anda).
2. Jangan iseng memandikan burung tidak pada waktunya (misalnya biasanya sepekan dua kali, menjadi setiap hari selama sepekan karena kebetulan pekan itu Anda libur atau cuti).
3. Jangan iseng menjemur burung lebih lama dari biasanya untuk sesekali waktu, misalnya hanya karena Anda kebetulan sempat menunggui berlama-lama.
4. Jangan iseng meniru-niru pola pakan dari kawan, jika Anda tidak yakin bisa konsisten untuk melaksanakannya.
5. Jangan sampai kehabisan voor merk tertentu yang biasa Anda berikan ke burung Anda. Jangan terlalu yakin bahwa merk tertentu itu selalu tersedia di kios pakan burung langganan Anda (kecuali Anda mau repot muter2 ke kios lain).
6. Tips (paling gampang dilaksanakan): Konsisten merawat burung secara tidak konsisten…(dengan risiko ditanggung sendiri…., hehehehe).
Tips dan trik menjaga kesehatan mental burung:
1. Biasakan diubah2 tempat gantungannya di tempat2 yang relatif ramai orang, gaduh, berisik.
2. Jangan diubah2 posisi tempat pakannya.
3. Jangan diubah2 bentuk dan ukuran tempat tenggeran/tangkringannya.
4. Biasakan burung dengan kerodong, topi, payung dan lain-lain, dengan warna yang beragam.
5. Biasakan dipertemukan dengan burung lain (baik sejenis maupun lain jenis). Catatan: Jangan lama2, kalau Anda belum yakin dengan kondisi mental si burung.
6. Biasakan dibawa bepergian (entah pakai mobil ataupun motor) entah untuk tujuan lomba, latber, atau sekadar muter2 kota. Misalnya Anda main ke rumah kawan dan tidak merasa repot, bawa saja burung Anda meskipun di sana hanya digantung sendirian, sementara Anda ngobrol.
7. Milikilah burung sejenis sebagai sparring partner atau “unthul” (bahasa Jawa, bahasa Indoensia-nya apa saya tidak bisa memilih kata yang pas) dengan kualitas mental yang jeblok, untuk selalu “dilabrak” oleh burung andalan kita. Ini seperti kalau kita punya ayam bangkok petarung, maka kita perlu ayam jago lainnya (biasanya ayam lokal) yang kualitas tarungnya jelek dengan tugas “menerima pukulan” bangkok jagoan kita. Ini bertujuan meningkatkan mental burung dengan cara memberi perasaan bahwa dia adalah burung “menangan” (padahal musuhnya-lah yang jelek, hehehe bo’ongi saja biar dia pede).
Catatan A:
Burung-burung yang sangat sensitif terhadap perubahan pakan, perawatan dan lingkungan:
1. Jenis kacer/anis (AM, AK, kacer)
2. Jenis cucak (terutama CR dan CI/CH).
Catatan B:
Untuk konsistensi bisa diabaikan ketika Anda men-treatment burung dalam proses ngurak/ bodol/ mabung karena untuk burung2 tertentu kadang diperlukan treatment khusus yang sama sekali berbeda (saya pernah menulis tentang ini. Coba lihat threat tentang AM).
Burung perlu medical/behavior record
Berkaitan dengan masalah konsistensi ini, perlu kiranya setiap burung memiliki medical/behavior record. Tentu ini sekadar catatan kesehatan dan perilaku yang kita tulis secara sederhana. Dalam record itu antara lain terdapat catatan tentang pola makan, pola mandi/jemur, design/pola kandang dan tangkringannya. Record itu kalau bisa ditempel di tempat yang terlihat sehingga siapa saja yang merawat burung itu akan menanganinya dengan pola yang sama. Kalau Anda punya satu dua burung, mungkin tidak bingung ketika Anda pergi dan meninggalkan burung pada perawat khusus/orang lain. Coba saja Anda punya burung lebih dari 10, maka konsistensi perawatan akan kurang terjamin, apa lagi kalau Anda mau mengoperkan perawatan kepada orang lain.
Inilah sesungguhnya yang terjadi, mengapa selama ini banyak orang yang kecewa karena burung yang mereka beli tidak sebagus ketika masih ada di tangan pemilik sebelumnya, misalnya. Jadi kalau Anda beli burung bagus, tanyakan secara detil bagaimana perawatannya, bukan sekadar pada pola pakan, tetapi juga pada pola mandi/jemur, pola sangkar dan detail dalamnya, serta kebiasaan2 lain yang membuat burung dalam kondisi happy (trauma pada benda2 tertentu, bisa membuat burung macet bunyi ketika melihat benda2 sejenis).
Di dalam record itu, juga perlu ada catatan tentang pola perawatan insidentil. Misalnya saja, ada catatan detail pola perawatan ketika mau turun lomba/latber, sebab banyak yang memberikan pola makan berbeda ketika dalam kondisi biasa dan kondisi akan dilombakan/dilatberkan. Bisa saja ketika mau ditandingkan, biasa ditambah porsi pakan A-nya dan dikurangi porsi pakan B-nya, atau malah diberi pakan C yang tidak pernah diberikan secara harian, dan sebagainya.
Sebagai penutup tulisan ini, saya berikan catatan dalam huruf kapital: SEKECIL APAPUN PERUBAHAN DALAM POLA PERAWATAN AKAN BERPENGARUH, BAIK POSITIF ATAUPUN NEGATIF, PADA KONDISI KESEHATAN (FISIK DAN/ATAU MENTAL) BURUNG.
kenapa Memelihara Burung...??ini jawabannya..
Bagaimana para pencinta burung ini menikmati burung-burung mereka? Suara kicauan merupakan parameter yang utama, kemudian baru warna bulu, perilaku dan beberapa aspek lainnya yang berhubungan dengan kenyamanan dan kemudahan pemeliharaan. Bahkan burung-burung tersebut diajari berkicau, berbicara, tertawa ataupun menirukan banyak sekali suara yang semuanya melahirkan keajaiban dan keheranan yang amat sangat tentang bagaimana hebatnya Sang Maha Pencipta. Mereka terkadang juga dilombakan, seperti layaknya paduan suara atau olah vokal lainnya. Begitulah cara menikmati burung, selama ini. Tulisan ini ingin mengajak kepada siapa saja yang kebetulan membacanya untuk menikmati burung dengan cara yang lain. Menikmati burung di alam bebas (Bird watching) adalah cara atau teknik menikmati kehadiran jenis burung yang lebih alami dan ramah lingkungan.
Pekerjaan mengamati burung adalah sesuatu yang mengasyikan. Apalagi jika dapat bertemu dengan banyak spesies yang termasuk langka, sehingga mengundang rasa ingin tahu si pengamat yang sangat besar untuk mengamati lebih jauh. Untuk itulah diperlukan bantuan beberapa peralatan dalam pengamatan, berupa teropong sederhana dan sebuah buku untuk identifikasi. Tanpa menggunakan teropong, biasanya pengamatan akan berakhir dengan kelelahan yang tidak menggembirakan, dikarenakan si pengamat tidak dapat berhasil mengidentifikasi jenis yang teramati tersebut. Seringkali banyak jenis burung adalah berukuran kecil dan mungil, sehingga dengan mata biasa pada jarak yang cukup jauh adalah sangat tidak mungkin untuk mengenalinya. Bantuan teropong besar dengan statip (kaki tiga) akan sangat menggembirakan si pengamat, karena dengan perbesaran yang cukup akan dapat mengamati jenis-jenis burung dari jarak yang cukup jauh.
Bagaimana agar tidak bosan? Diperlukan suatu motivasi yang besar untuk menguasai ilmu pengenalan jenis burung ini. Perlu dikembangkan sifat sabar, tekun dan teliti serta bekerja dalam kondisi yang prima dan sistimatis. Kesabaran seorang pengamat burung sebagai contoh adalah burung yang dia lihat pada hari ini, baru mungkin dapat dia identifikasi setelah beberapa hari berikutnya atau bahkan beberapa minggu atau bulan berikutnya. Pengamat burung selalu mencatat apa yang dilihatnya, dan secara otomatis mengembangkan memorynya untuk selalu melihat kepada catatan-catatan lama, tentang bagaimana ciri-ciri burung yang pernah dia amati di masa yang sudah lewat. Seorang pengamat burung selalu dilengkapi dengan sebuah catatan kecil di dalam sakunya untuk mencatat semua keperluan identifikasi dalam waktu yang panjang tersebut. Sifat lain yang perlu dikembangkan adalah bekerja secara sistimatis, yaitu mencoba mengenali jenis berdasarkan ciri-ciri yang umum terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam ciri-ciri yang lebih khusus. Hal ini diperlukan untuk memudahkan dalam mencari jenis burung yang terlihat di dalam buku penuntun yang di bawa. Banyak-banyak mengamati terlebih dahulu adalah akan sangat menguntungkan si pengamat, daripada sebentar-sebentar melihat buku penuntun, sehingga banyak waktu yang terbuang padahal pertemuan dengan burung-burung adalah sangat pendek waktunya. Identifikasi menjadi sulit dilapangan, lebih disebabkan karena kondisi lapangan, kerapatan vegetasi dan pencahayaaan yang tidak cukup, sehingga banyak menghalangi pengamat untuk melihat dengan jelas bentuk dan rupa serta kombinasi warna bulu burung yang ada. Jenis-jenis yang sulit dibedakan, walau diidentifikasi dari dekat (dengan penangkapan) adalah tidak terlalu banyak, dan ini biasanya dapat dibedakan dari suara ataupun perilakunya. Cara lain yang lebih mudah adalah mengamati burung dengan seorang yang telah kenal banyak jenis, sehingga sipengamat pemula tidak perlu bersusah payah membuka buku penuntun penganalan jenis setiap kali bertemu dengan jenis baru.
Rekreasi alam dirasakan sekarang ini sebagai suatu kebutuhan yang mendasar bagi banyak orang. Perkembangan kehidupan, kesejahteraan dan wawasan manusia telah mengantarkan mereka kepada suatu kesimpulan, bahwa alam adalah tempat yang paling indah yang dapat memberikan kesegaran, kebugaran dan kesehatan jasmani dan rohani bagi umat manusia. Alam juga dipercaya memiliki banyak potensi yang dapat mencengangkan manusia, baik secara abiotis maupun biologisnya. Rekreasi alam biasanya dilakukan untuk menikmati indahnya pemandangan alam, sungai yang berlikuk, lautan dan matahari yang terik menyengat, hijaunya hutan alam, ataupun tingginya puncak gunung dan lain sebagainya. Rekreasi alam dapat dipadukan dengan kegiatan pendidikan lingkungan baik bagi para pelajar maupun masyarakat umum. Paket-paket wisata lingkungan dapat dikemas sedemikian rupa, sehingga bersifat efisien dan aman dalam pelaksanaannya. Paket-paket ini dapat ditawarkan kepada banyak sekolah ataupun perkumpulan dan sekaligus dapat mendorong animo menabung dari masyarakat, agar dapat menikmati perjalanan wisata pada suatu hari nanti. Kondisi yang sekarang ini memperlihatkan bahwa banyak orang tidak tahu, kemana dia akan pergi pada saat liburan tiba. Atau sebaliknya, mereka ingin berpergian ke satu atau beberapa tempat sekaligus, namun tidak tersedia cukup informasi yang dapat mendukung pelaksanaannya. Hal-hal seperti itu perlu dikembangkan, agar potensi permintaan akan wisata ataupun rekreasi alam dapat terlihat dengan sebenarnya. Penawaran harus dilakukan oleh pihak yang berkompeten, melalui banyak penyuluhan dan memberikan informasi, dengan kata lain tidak membiarkan begitu saja penawaran dilakukan oleh alam, tanpa melakukan pengelolaan. Dalam kegiatan rekreasi alam, upaya pengenalan jenis burung dapat dilakukan dengan santai sebagai bekal pendidikan kecinta-alaman. Hal ini akan menumbuhkan kelompok-kelompok pencinta burung ataupun satwaliar lainnya yang berorientasi kepada lingkungan dan pelestarian habitat satwa secara umum.
Kegiatan rekreasi alam dalam hubungannya dengan pengamatan burung adalah masih sangat jarang dilakukan orang. Kalaupun pernah, baru bersifat perorangan, untuk kegiatan penelitian, dan belum terorganisir dengan baik. Tidak banyak kelompok-kelompok pemuda yang berusaha melakukan kegiatan seperti ini, padahal hobby mengamati burung di alam bebas adalah salah satu kebutuhan manusia dan sangat bermanfaat dalam menunjang kegiatan konservasi pada umumnya. Pengembangan hobby mengamati burung di alam bebas akan memberikan solusi kepada permasalahan sedikitnya pengenal jenis satwaliar selama ini. Pengenalan jenis adalah masalah mendasar sejak lama dalam suatu kegiatan inventarisasi sumberdaya alam. Jumlah pengenal jenis vegetasi saja hingga saat ini masih sangat terbatas jumlahnya, padahal hampir sejak 25 tahun kita mengelola hutan tropis kita. Lalu bagaimana dengan pengenal jenis binatang? atau burung? Tentu jumlahnya akan lebih sedikit lagi, kalau kita tidak mau mengatakan belum ada sama sekali. Sejak lama pula kita selalu berteriak tentang konservasi sumberdaya hutan, tapi sejak itu pula kita hampir tidak pernah peduli siapa saja para penghuni hutan tersebut.
Di Indonesia dapat ditemukan lebih dari 900 jenis burung yang menyebar di seluruh wilayah, dari daerah pantai sampai jauh ke dalam hutan alam tropis. Potensi keanekaragaman jenis burung adalah tinggi pada setiap tipe habitat yang ada. Daerah pantai menyediakan keragaman burung-burung air yang keindahannya dapat dinikmati melalui pengamatan dengan bantuan teropong yang sederhana. Begitu juga pada banyak daerah perairan lainnya seperti di sepanjang sungai, danau dan sebagainya. Terus ke darat ke dalam hutan, dari mulai hutan mangrove, rawa, rawa bergambut, hutan hujan dataran rendah dengan tingkat keanekaragaman yang semakin tinggi. Setiap tipe habitat memiliki keanekaragaman yang khas yang berbeda dengan tipe habitat lainnya. Burung adalah kelompok binatang yang sangat dekat dengan kondisi lingkungannya, bahkan dapat dikatakan kondisi lingkungan dapat tercermin dari jenis burung penghuninya. Itulah sebabnya banyak jenis burung dapat dijadikan petunjuk (bioindikator) bagi adanya perubahan lingkungan, selain juga dikarenakan kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru.























